Waspada Kuning pada Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Waspadalah terhadap gejala Kuning pada bayi yang baru lahir. Bagi para orang tua yang akan mempunyai momongan bayi biasanya akan mengalami beberapa keadaan yang membutuhkan perhatian khusus terutama terhadap masalah kesehatan bayinya yang baru lahir. Salah satu hal yang sering terjadi pada bayi baru lahir adalah mengalami kuning. Untuk mengatasi kuning pada bayi baru lahir sebenarnya mudah, namun perlu komitmen dan ekstra waspada.

Mengatasi Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Kuning Pada Bayi Umumnya Normal .Kuning biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir hingga bayi berumur 2 bulan. Namun pada umumnya bayi akan turun tingkat resiko kuningnya setelah memasuki umur 2 minggu. Penyebab kuning bisa karena banyak hal, namun pada umumnya terjadi karena 2 sebab yaitu kuning karena tingkat bilirubin yang tinggi karena kurangnya asupan asi dan kuning yang disebabkan justru oleh air susu asi yang biasa disebut breastmilk jaundice. Breastmilk jaundice tidak bisa diketahui secara pasti penyebabnya namun begitu hal ini adalah normal dialami oleh bayi yang baru lahir.

Secara umum banyak hal dalam mengatasi kuning bayi, tapi disini kami akan membahas beberapa hal utama mengatasi kuning pada bayi baru lahir. Waspada dan telitilah setiap perubahan pada tubuh, tangan, kuku dan muka bayi yang baru lahir. Kadang sering kali orang tua tidak menyadari bahwa bayinya sedang mengalami kuning. Dibeberapa kasus orang tua tidak menyadari karena memang belum sadar dan masih awam perubahan dan tanda-tanda kuning pada bayi. Yang lainya adalah disebabkan oleh tata cahaya pada ruangan yang remang dan menyebabkan tidak terlihat jelasnya kuning pada si bayi. Sebagai tindakan antisipasi mengatasi gejala kuning pada bayi, sering-sering membawa bayi ke ruang yang terang sehingga bisa terlihat perubahan warna kulit.

Perhatikan gerak-gerik sang bayi, bayi yang baru lahir memang menghabiskan sebagian besar waktu dengan tidur, namun tentu para orang tua bisa melihat tangis yang menandakan si bayi haus, atau mungkin popok yang basah. Jika si bayi teralu asyik tidur, tanda ini patut diwaspadai bayi yang aktif tidur tanpa ada jeda menyusui adalah gejala awal kuning, jika didiamkan kuning akan semakn menjadi. Asupan susu ASI yang rutin setiap 2 jam adalah cara ampuh untuk mengatasi kuning pada bayi baru lahir.

Disiplin memberikan asupan asi tanpa terkecuali. Sering kali orang tua baru, menyerah begitu si bayi mulai menghentikan minumnya karena asyik tidur, perasaan tidak tega kadang muncul. Namun perlu diketahui pemberian susu asi mutlak diperlukan secara rutin, bayi yang kekurangan asupan asi beresiko tinggi mengalami kuning apalagi umur bayi yang belum sampai 2 minggu.

Jemur dimatahari pagi pukul 7-8 pagi, sinar matahari sangat bagus untuk mengatasi kuning pada bayi baru lahir, sisi positif lainnya sang bayi juga akan merasakan hangat sehingga timbul rasa haus dimana bayipun kan segera lahap untuk menyusu.

Untuk amannya sangat dianjurkan periksa ke dokter seminggu setelah bayi lahir dan dilakukan rutin sesuai kebutuhan. Karena seringkali pandangan Dokter anak sangat berbeda. Pilihlah dokter khusus anak yang memang mempunyai reputasi dan perhatian terhadap setiap bayi yang menjadi pasiennya. Jika memang dirasa perlu dan ada tanda-tanda kuning, orang tua bisa segera melakukan tes darah di rumah sakit khusus anak, pengambilan sampel darah pada bayi dilakukan dibagian telapak kaki dan jumlah sampel darah yang diperlukan juga sangat sedikit jadi bayi juga tidak perlu menangis lebih lama.

Hanya di rumah sakit khusus anaklah metode profesional ini bisa didapat, karena jika dilakukan di laboratorium umum metode yang dilakukan bisa jadi berbeda dan akan memberatkan sang bayi. Hasil lab untuk cek kuning atau tidak ditentukan oleh kadar bilirubin. Jika kadar bilirubin masih di batas normal orang tua bisa merawat anak dirumah dengan catatan disipilin untuk memberikan asi.

Jika ternyata sudah melewati batas normal jangan panik, masih tetap bisa dirawat dirumah. Namun untuk lebih aman dan agar cepat hilang kuningnya pilihan perawatan dengan sinar biru di rumah sakit bisa menjadi pilihan yang bijaksana.

Perawatan sinar biru memerlukan waktu 24jam hingga 3 hari. Perawatan ini adalah langkah pamungkas dan cepat dalam mengatasi kuning pada bayi baru lahir. Namun juga tergantung pada kondisi sang bayi dan asupan asi yang diterima. Orang tua hendaknya menyiapkan susu asi dengan memompa lalu disimpan di lemari pendingin dan dititipkan pada rumah sakit Jika sang ibu mengalami kesulitan mengeluarkan asi maka solusinya adalah menggunakan sufor.

Namun perlu diingat pemberian susu formula pada kondisi ini disebabkan karena kebutuhan darurat untuk mengatasi kuning pada bayi baru lahir dan bukan anjuran yang sifatnya mutlak. Segera usahakan asi untuk keluar dengan menghindari stress, konsumsi habbatusauda, madu dan fenugreek dan sari kurma untuk menambah jumlah produksi asi. Konsumsi makanan tinggi protein dan hindari makanan pencetus alergi jika memang orang tua sebelumnya mempunyai bakat alergi.

Seiring berjalannya waktu melewati usia 2 minggu, resiko kuning pada bayi akan menurun, bayi akan mampu pulih karena daya tahan tubuh dan sistem imunitas nya sudah mulai membaik.Namun bukan berarti tingkat waspada menurun, tetap disiplin untuk memberikan asupan asi pada bayi untuk perkembangan kesehatannya dan juga untuk menjaga kemungkinan kuning terulang kembali.

Posted in Kesehatan Ibu & Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*